Delapan Cara Efektif Mengusir Tikus Sawah

Pertanian merupakan salah satu sector andalan Indonesia karena Indonesia memang dianugerahi tanah yang subuh dan mudah ditanami dan iklim tropis yang amat menunjang aneka ragam tumbuhan yang tidak dapat tumbuh di tempat lain. Namun sayangnya, pertanian di Indonesia yang dulunya disebuh sebagai Negara agraris ini mengalami kemunduran. Kemunduran tersebut disebabkan oleh berbagai hal, antara lain adalah karena semakin berkurangnya lahan pertanian yang banyak telah diubah menjadi lahan pemukiman, cuaca yang kurang mendukung serta hama yang penyerang.
Salah satu hama yang sering menyerang persawahan adalah tikus. hewan pengerat yang satu ini ternyata bukan saja merusak padi yang ditanam, namun juga dapat menyebabkan berbagai macam penyakit bagi manusia yang bahkan dapat menyebabkan kematian. Oleh karena itu, para petani mencoba mencari berbagai cara mengusir tikus karena tikus adalah hama yang sulit dihilangkan karena perkembangbiakan tikus amatlah cepat dan tikus dapat dengan mudah beradaptasi dengan keadaan lingkungannya. Oleh karenanya, petani tertantang untuk harus mencari cara efektif yang dapat membunuh banyak tikus sekaligus agar dapat mengoptimalkan hasil sawah mereka yang semakin terbatas lahannya.


1. Burung Hantu
Belum lama ini sekelompok petani di daerah Sleman, Yogyakarta mencoba cara penanggulangan hama tikus cara baru, yaitu dengan memanfaatkan burung hantu. Burung hantu merupakan burung pemangsa tikus yang banyak terdapat di lahan-lahan sawah, pertanian jagung, singkong dan salah yang terdapat di Sleman. Namun demikian, sebenarnya pelopor pengguna burung hantu adalah para petani daerah Desa Tlogoweru, Demak, Jawa Tengah. Warga daerah tersubut telah selama dua tahun menangkarkan burung hantu dan memanfaatkannya untuk membasmi hama tikus. Hewan pemangsa tikus ini terbukti handal untuk dapat membunuh antara 5- 8 ekor tikus setiap harinya. Untuk dapat meliputi seluruh lahan mereka tersebut, para petani melepaskan sekitar 400 burung hantu berjenis Tyto Alba setiap malam. Setelah dua tahun ini, daerah yang sering mengalami gagal panen karena tikus tersebut mengalami peningkatan hasil.
 2. Perangkap tikus TBS (Trap Barrier System) dan LTBS (Linier Trap Barrier System).
Selain dari burung hantu, petani juga dapat melakukan berbagai cara mengusir tikus yang lain untuk menganggulangi hama tikus. Cara-cara tersebut antara lain dengan menanam dan memanen secara serempat dalam selisih waktu yang tidak lebih dari 2 minggu. Ini dimaksudkan untuk menghindari adanya perkembangbiakan tikus secara berkesinambungan. Selanjutnya, petani juga harus melakukan pembersihan secara berkala pada daerah pertaniannya untuk mengurangi area tempat berkembangbiaknya tikus. Selain itu, petani juga diharapkan untuk dapat melakukan fumigasi, memasang perangkap tikus TBS (Trap Barrier System) dan LTBS (Linier Trap Barrier System). TBS merupakan perangkap yang diterapkan di daerah rawan hama tikus. TBS memerlukan area sebesar 20 x 20 m untuk dapat mengamankan arera tanam sebesar 15 hektar. Sedangkan LTBS merupakan pemasangan pagar plastic/terpal yang tingginya 60 cm. Alat ini dimaksudnya untuk membatasi habitat tikus. Semua kegiatan ini diharapkan dilakukan secara bersama-sama supaya dapat memaksimalkan hasil dari cara mengusir tikus.
3. Singkong
Singkong adalah bahan makanan yang tepat untuk membasmi hama tikus di sawah anda. Tidak pernah terbayangkan sebelumnya bukan kalau anda bisa mengusir tikus dengan mudah menggunakan bahan yang satu ini?
Langkahnya cukup sederhana, yang harus anda lakukan adalah dengan mengupas singkong yang anda siapkan terlebih dahulu. Selanjutnya anda bisa memarutnya namun jangan mencucinya. Siapkan air kelapa hijau dan campurkan singkong yang telah anda parut tersebut kedalamnya. Setelah itu kukuslah. Sebaiknya jangan terlalu panas pada saat mengukus. Kira-kira suhu yang harus anda gunakan adalah 40 derajat celcius. Setelah matang, masukan atau letakan singkong ini kedalam lubang sarang tikus. Atau anda juga bisa menaruhnya ke tempat yang biasanya dilalui oleh tikus.

4. Buah Kolang-Kaling

Buah kolang kaling juga akan bisa menjadi bahan yang utama untuk mengusir tikus yang ada di sawah. Gunakan kolang-kaling mudah yang telah dicacah sebelumnya. Setelah itu, letakan buah ini di lubang atau jalan yang sering dilalui oleh tikus. Tikus yang terkena buah ini akan langsung merasakan gatal-gatal yang teramat sangat. Selain itu, jika temannya tersenggol maka temannya itu juga akan ikut gatal juga.
5. Buah Maja
Buah maja adalah bahan lainnya yang bisa anda gunakan untuk mengusir tikus dengan cepat. Anda bisa membelahnya menjadi 4 atau 8 bagian. Setelah itu letakan buah ini di sawah. Alhasil tikus nakal yang ada di sawah anda akan segera pergi dengan cepat.

6. Buah Mengkudu

Buah mengkudu sering dikaitkan dengan manfaatnya untuk mengatasi masalah kesehatan. Akan tetapi, jenis buah yang satu ini juga akan bisa membuat tikus pergi jauh. Caranya cukup mudah. Potonglah buah mengkudu tersebut menjadi beberapa bagian. Setelah itu, letakan mengkudu tersebut ke tempat yang sering dilalui tikus, yaitu di sawah dan sebagainya. Bau dari buah yang sangat tidak enak ini sangat menyengat! Akibatnya tikus yang ada di sawah ini akan pergi dengan segera.

7. Buah Durian

Buah durian terkenal dengan baunya yang sangat menyengat. Oleh karena itu, buah yang satu ini akan bisa membuat tikus nakal yang ada di sawah pergi jauh. Potonglah buah durian ini menjadi beberapa bagian. Makanlah isinya, namun gunakan kulitnya dan juga ampas sisanya untuk diletakan di sawah. Ini akan membuat tikus menjadi tidak betah saat berada di sawah tersebut.

8. Batang Tanaman yang Berduri dan Tajam

Ada beberapa jenis tanaman yang berduri tajam yang bisa anda gunakan sebagai perangkap untuk membuat tikus tidak betah di sawah. Potongnya beberapa batang tanaman yang berduri tajam, misalnya pelapah buah salak. Setelah itu letakan di sawah. Tikus yang menginjaknya akan terluka dan mati.
Itulah beberapa cara mengusir tikus dengan cara alami yang bisa anda terapkan. Kini tidak ada lagi tikus yang mengganggu di sawah anda. Anda bisa memanen dan menanam hasil panen dengan lebih mudah.

1 Response to "Delapan Cara Efektif Mengusir Tikus Sawah "

  1. KISAH SUKSES SAYA JADI TKI – Ke Jepang, berkat bantuan Bpk DRS. AGUSDIN SUBIANTORO yang bekerja di BNP2TKI jakarta beliau selaku deputi Bidan penempatan BNP2TKI pusat no hp pribadi beliau 0823-5240-6469
    kisah cerita saya awal jadi TKI – Ke Jepang, berkat bantuan Bpk DRS AGUSDIN SUBIANTORO yang bekerja di BNP2TKI jakarta beliau selaku DEPUTI BIDANG PENEMPATAN BNP2TKI pusat no hp pribadi beliau 0823-5240-6469
    kisah cerita saya awal jadi TKI

    Disini saya akan bercerita kisah sukses yang menjadi kenyataan mimpi Beliau.
    KEGIATAN SEBELUM MENGIKUTI PROGRAM.
    Seperti para TKI dan TKW umumnya dan dengan kondisi ekonomi Keluarga saya yang pas-pasan saya ikut merasa prihatin dan menghendaki adanya perubahan ekonomi dalam keluarga saya. Saya lahir di salah satu kampung terpencil di kota surabaya jawa timur, dimana struktur tanah tempat kelahiran dia adalah pegunungan dengan mata pencaharian masyarakat sekitar petani dan beternak. Pengorbanan keluarga yang selama mendidik, membina dan membiayai hidup saya selama ini tak cukup hanya sekedar saya mengikuti jejak orang tua saya menjadi petani, saya harus membuktikan kepada keluarga untuk menjadi yang terbaik, tetapi dimana dan bagaimana? Sisi lain saya tau saya hanya lulusan SLTA sedangkan lowongan pekerjaan hanya diperuntukan bagi lulusan Diploma dan Strata 1.
    Pada pertengahan tahun 2016 saya bertemu dengan seorang teman lama di Jalan Raya waru sidoarjo. Dia memperkenalkan saya dengan salah satu pejabat BNP2TKI PUSAT, Beliau adalah KPL DEPUTI BIDANG PENEMPATAN BNP2TKI, DRS. AGUSDIN SUBIANTORO. Alamat BNP2TKI Jalan MT Haryono Kav 52, Pancoran, Jakarta Selatan 12770.
    Saya diberikan No Kontak Hp Beliau, dan saya mencoba menghubungi tepat jam 4 sore, singkat cerita saya'pun menyampaikan maksud tujuan saya, bahwa sudah lama saya mengimpikan bisa bekerja di japang. Beliaupun menyampaikan siap membantu dengan bisa meluluskan dengan beberapa prosedur , saya rasa prosedur itu tidak terlalu membebani saya. Dari sinilah saya menyetujui nya, yang sangat membuat Aku bersyukur adalah bahwa saya diminta melengkapi berkas untuk saya kirim ke kantor beliau dan sayapun disuruh menyiapkan biaya pengurusan murni sebesar Rp. 22.500.000. Inilah puncak kebahagiaan saya yang akhirnya saya bisa menginjakkan kaki di negeri sakura japang.
    Akhirnya saya mendapat panggilan untuk ke jakarta untuk dibinah selama 2 minggu lamanya, saya hanya diajarkan DASAR berbahasa japang. Makna yang terkandung di dalam'nya sangat luar biasa dirasakan oleh saya, tanggung jawab, disiplin, berani dan sebagainya merubah total karakter saya yang dulu cengeng dan kekanak-kanakan, walau kadangkala saya masih belum begitu yakin apakah dia bisa berangkat Ke Jepang dengan baik, akhirnya saya mendapat Contrak kerja selama 3 tahun lamanya di bidang industri.
    Rasa pasrah dan khawatir menghinggapi saya saat itu, seorang anak kampung berangkat ke Jepang dengan menggunakan pesawat terbang yang sebelum belum pernah saya rasakan sebelumnya. Jangankan naik di atas pesawat melihat dari dekatpun saya belum pernah sama sekali.Di Bandara Soekarno Hatta kami di temani oleh petugas Depnakertrans dan IMM Japan untuk melepas keberangkatan saya, rasa haru dan air mata sedih berlinang di pipih saya pada saat saya di izinkan prtugas untuk pamit kepada keluarga yang kebetulan saya diantar oleh paman di jakarta, kami saling berpelukan dan mohon salam dan restu dari orang tua dan keluarga.
    MASA MENGIKUTI PROGRAM KEBERANGKATAN DI JEPANG.
    Setibanya di NARITA AIRPORT Jepang, saya dijemput oleh petugas IMM Japan yang ada di sana, dan dia diantar ke Training Centre Yatsuka Saitama-ken untuk mengikuti pembekalan sebelum di lepas ke perusahaan penerima magang di Jepang. jika anda ingin seperti saya anda bisa, Hubungi Bpk deputy Bidan pempatan BNP2TKI, DRS. AGUSDIN SUBIANTORO ini No Contak HP pribadi Beliau: 0823-5240-6469 siapa tahu beliau masih bisa membantu anda untuk mewujudkan impian anda menjadi sebuah kenyataan.

    ReplyDelete